Minggu, 01 Maret 2015

Tawaruq?tidak?

Lanjut tentang 'journey' kerohanianku. Hehe....gagah sekali kalimatnya.ok deh langsung saja, kali ini berkenan dengan salah satu tata cara ibadah yang kuyakini. Sebenarnya sudah lama aku 'akur' atawa setuju dengan dalil salah satu ulama muda Indonesia yang alhamdulillah saat postingan ini kubuat beliau adalah salah satu pengajar utama di masjid Nabawi , Madinah. Kurasa sebagian besar anda anda pasti tahu siapa ulama bersangkutan.

Yang kumaksud adalah saat kita sholat 2 rokaat.entah itu yang wajib atau sunah. Dalil yang beliau utarakan menyimpulkan bahwa nabi dan para sahabat dimasanya, sholat yang memakai 1 kali attahiyat, tidak duduk tawaruk di rokaat terakhir tapi tetap duduk istiqoro.entah itu sholat subuh,rawatib,tahajud,tawareh yng pake 2 rokaat salam dan lain lainnya.

Nah di sulawesi lah pertamakali aku ketemu jamaah yang mempraktekkan itu. Mudah di tebak, jika anda cermat anda tentu akan menjawab bahwa yang mempraktekannya adalah kaum salafi! Ya, benar. Umumnya kaum salaf yang mengerti akan mempraktekkannya dalam ibadah sholat.Dan aku adalah salah satu yang inshaaAllah sebagai pengikut salaf. Aku bangga merasa sebagai pengikut salafus sholihin. kurasa soal hati yang meyakini sesuatu tidak bisa di belokkan walau dengan apapun,bukan?

Jadi begitulah saudara saudara, selepas dari Sulawesi dan berjamaah di beberapa masjid yang kumasuki, sepertinya baru aku sendirian tidak duduk tawaruq, baik itu saat subuhan ataupun melaksanakan sholat sunah lainnya. mungkin itu hanya 'feeling' saja tapi dari pengamatan, hingga postingan ini kubuat di pulau para dewa yang katanya indah ini, belum nemu jamaah yang se "praktekan" hehe........bahasanyaaaaa :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....