Selasa, 03 Maret 2015

Jum'at Yang Lain

Kali ini aku ingin nulis tentang "keanehan" yg kutemui di beberapa mesjid saat jumat. Kusebut aneh bisa juga termasuk karena pandangan dasar islam yang kudapat tidaklah ada merujuk sebagaimana pelaksanaannya di jaman nabi,sahabat dan generasi selanjutnya.
Yang kufaham, mainstream islamku ,sholat jumat itu azan sekali,tiada shalawatan segala sebelum azan dan sesudahnya,tidak pegang tongkat saat imamnya berkutbah dan lainnya.

Tapi karena di Indo ini yg kutulis di atas sudah jamak, maka kupikir itu cukuplah sebagai pengetahuan pibadi buatku.
Pertama ingin kuutarakan saat pernah ikut sholat fardhu jumat di Kalimantan Timur tepatnya di masjid Raya Baiturrahman,Samarinda yang lokasinya persis di pinggir sungai Mahakam, di pasar yg berlokasi di area pelabuhan. Itu sudah sekian tahun lalu sih, tapi sangat jelas masih kuingat apa yg akan kujelaskan berikut.
Sholatnya pake 2 azan,jamaahnya penuh kukira mungkin sampai meluber ke halaman. Tipikal yg pake 2 azan khatib naik mimbar sebelum azan kedua dikumandangkan.

Nah disinilah inti dari "aneh" yg kumaksud saat mataku melihat mimbar yg memakai atap dan di sepanjang pinggiran atap mengelilingi gantungan gantungan seperti dari busur kelapa. Masing masing tali ( busur kelapa ) yg me-rumbai itu tergantung beraneka benda, jika tak salah itu adalah aneka makanan, dan atau benda lainnya.
Begitu khatib selesai kuthbah,aku kaget karena beberapa jamaah di shaft depan berebutan mencabut benda benda yg menggantung itu. Belakangan aku mengerti katanya itu bagi yg percaya penuh berkah! Astaghfirullah.....

Kita akan lebih kaget lagi melihat bahwa ternyta yg ikut rebutan berkah pun ada yg dari segi pakaiannya,sangat syar'i.bergamis,di leher terselempang  sejenis kafiyeh,peci putih....
Memang idiom jangan menilai buku dari kulitnya sepatutnya kita sorongkan ya? 

Lalu di mesjid raya Kendal, Jawa Tengah, lebih lucu lg ,menurutku. Masjidnya berlokasi di seberang komplek kantor bupati, pojokan lampu merah. Typikal khas masjid salah satu aliran dakwah terbesar di Indo. Pake 2 azan dan inilah kelucuan yg kumaksud. Saat khatib melangkah sekali naik mimbar yg berundak,dia akan berhenti sejenak dan melangkah lg begitu muadzin sholawat lg. Jd kakinya melangkah atau diam sejenak seakan akan nunggu aba aba sholawat........... oh  mai gad!

Aku hanya berpikir, jka sudah begitu penafsiran islam mereka, lalu kemana lg mereka tempatkan  posisi Allah, Rabb seru sekalian alam di hati? Aku yg masih dangkal ilmu begini sudah berani mengatakan bahwa itu kesyirikan, hal yg justru sangat sngat di benci Allah dan nabiNya.
Aku juga jadi ingat hal lebih menonjol lg, peristiwa tahunan di daerah Jogja sana,bagaimana orang yg mengaku islam tapi secara berjamaah mereka sudah membuang keimanan. Tauhid mereka entah di simpan dimana karena saat itu mereka tengah ngalap berkah, sekali lagi rebutan berkah dari gunungan tumpeng, bertabur lauk, jajan dan buah segala macam. Dan tentu anda sudah tahu bahwa ada satu hewan kerbau yg begitu dikeramatkan, dan bagi mereka, yang katanya muslim, justru mengharap berkah dari hewan ini. Alhamdulillah, pernah kubaca katanya kerbau yg dikeramatkan ini sudah mati :)

Mari kita berpikir lg, dimana nalar sehat kita yg katanya islam, mengagungkan kalimat tauhid,mengikrarkan bahwa tiada ilah dan sesembahan lain yg berhak di sembah selain Allah? Dimana janji dan sumpah kita yg minimal 17 kali mengucapkannya saat menunaikan sholat wajib? Hanya kepdaMu ya Allah, kami memohon dan meminta pertolongan...........
Laa hawla wa laa quwwata illa billah......
Semoga kita selalu di beri hati yg semakin istiqomah dalam berperilaku yg selalu dalam tampakan islam, tetap sabar saat datang ujian, tetap bersyukur pun di saat terlimpahkan nikmat rejeki dan hidup duniawi lainnya.

Negeri dewa, 3 maret 15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....