Kamis, 14 Maret 2013

beda ekonomi dan bisnis

masih tentang kereta api. ini sedikit catatan yang ingin kubagi. pembagian tiket kereta api mengenal beberapa jenis type/ kelas.

ada yang kelas ekonomi, kelas bisnis dan eksekutif. khusus yang kelas eksekutif itu setahu yang kubaca sementara ini , selama dalam proses 'restorasi' pelayanan dan administrasi, ditiadakan. entahlah kl di jalur kereta yang tidak kutahu. misalnya jalur selatan, yang biasanya keretanya semacam argo bromo, argo anggrek dan argo argo lainnya hehehe...

aku ceritakan tentang beda kelas ekonomi dan bisnis. ini yang kudapati sendiri .

perjalan saat itu aku naik kereta fajar utama tujuan sta. senen jam 8.37 pagi. aku dapat tiket ekonomi dengan harga saat itu 100 rb ( 19 feb'13). sebagai kasta terendah tentulah kita maklum dengan fasilitas yang didapat. secara umum keadaan kereta sesuailah dengan kelasnya. tak istimewa. kursinya, yang kebetulan kudapat sudah mengeras dan tampaknya bagian dalamnya mulai bergeser tapi ditutup begitu saja. jadi rasanya diduduki tentulah tidak nikmat. sebentar sebentar aku menggeser posisi pantat , karena keras, tidak empuk dan menonjol di bagian tengahnya. lalu keadaan toiletnya lumayan wangi karena ada petugas tersendiri yang rajin keliling. toiletnya pun pake type duduk. hanya saja dengan type duduk bgt seharusnya selalu ada tissue karena bagi yang mengerti tentulah akan mengelap dulu dudukannya sebelum memakai.

yang luput jadi sasaran petugas , entah teknisi atau bagian cleaning service nya adalah bau toilet yang sepertinya tembus ke deretan kursi pertama. kursi yang langsung berdempetan dengan dinding toilet.

jadi sekedar trik, jika anda membeli tiket, apalagi secara online , pilihlah nomor tiket diatas baris nomor 3. kukira deretan itu sudah tidak tercium bau toiletnya. o ya, kejadian bau toilet ini kutangkap saat ibu ibu yang rupanya kebagian bangku disana pindah duduknya di kursi depanku ( 9 A )dengan menutup hidungnya, sekitar sejam setelah kereta berjalan. untungnya saat itu kursi di gerbong tempatku kebanyakan hanya berisi satu orang, jadi dengan perjalanan 7 jam itu bisa sambil tiduran ....

lalu dua hari berikutnya saat kembali dari jakarta aku naik kereta Senja Utama Semarang, dengan tiket kelas bisnis jam 7.10 malam. tiketnya sudah kubeli sekalian dengan harga 120 rb.

nah disinilah kukira masalah kenapa  aku ingin mosting beda kasta ini, ekonomi dan bisnis. kupikir karena kelas bisnis dan apalagi harga tiketnya pun lebih mahal tentulah fasilitas yang didapatkan akan melebihi kelas ekonomi. tapi apa yang ada? ternyata tidak beda jauh. keadaan dan interior kereta pun sama , sebelas dua belas dengan kereta ekonomi Fajar yang kunaiki sebelumnya. kalau dibilang beda paling warna cat kabin yang bersih karena nampaknya baru di cat ulang. gorden dan kaca sama saja , ada yang spertinya dekil dan kotor. malah toiletnya pake type jongkok......nah apa tidak kebalik itu? hehhe.....

lain lainnya persis sama. aku juga dapat kursi duduk sendirian hingga tujuan. bantal juga ditawarkan sama dengan menyewa. begitupun makanan dan minumnya tetap saja beli. hahahaha.....

nah, anda tahu kenapa bisa beda harga dan penyebutan kelas nya tapi kondisi kereta dan kabin tak ada bedanya dengan kelas ekonomi? malahan Senja Utama ini lebih lambat , telat sejam dari jam tertera di tiket. lebih tepat Fajar Utama, karena sesuai dengan jam tiba seperti di tiket. jadi? silahkan anda berpikir sendiri....

2 komentar:

  1. Mksh ya infonya...bisa jd gambaran...

    BalasHapus
  2. menurutku yang bikin beda itu waktu sampai kereta bisnis lebih enak dan bisa masuk stasiun utama

    BalasHapus

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....