Rabu, 16 Januari 2013

Mauludan?? kenapa? untuk siapa?

terus terang sebagai muslim yang anti dan insyaAllah menjauhi hal hal yang jauh dari tuntunan nabi dan sahabat, aku termasuk orang yang cepat rewel bila hal hal yang kuungkap tadi sampai menggangguku. mungkin aku cukup egois dalam hal ini. tapi memang aku tak bisa menyembunyikan bagaimana pandanganku terhadap hal hal  yang kuanggap menyimpang dari islam.

pembahasan postingan ini adalah tentang perayaan maulud nabi yang kebetulan diadakan oleh sebelah rumah. sebetulnya aku tak hirau terserah mau mengadakan pengajian kek mau apa kek asal tak merasa terganggu. nah yang terjadi sekarang ini adlah aku betul betul terganggu. meski aku tak mengatakan kalau merasa terganggu ( teposlira lah ).

sudah sejak 3 hari lalu disamping rumah ,tetangga mengadakan mauludan, yang datang adalah ibu ibu yang sehaluan. maksdku para ibu di RT yang pemahamannya mengikuti untuk mengadakan mauludan. bisa dikatakan mereka adalah kaum NU. sebetulnya itu juga hak dan kebebasan umat beragama untuk menjalankan ,bukan? tapi bisa anda bayangkan suasana yang biasanya malam tenang, tapi sejak tiga hari lalu setiap ba'da maghrib ibu ibu berdatangan ke salah satu rumah tetangga ( persis disampingku ), mereka shalawatan bergantian. tak masalah bagiku. tapi bagaimana kalau mereka pakai speaker dengan suara yang maksimal begitu? tidakkah anda terganggu? sementara anda sendiri tidak sefaham untuk merayakan maulud dan semacamnya yang bagiku memang tidak ada tuntunan sama sekali dari baginda dan sahabat.

nalarnya kalau itu adalah ibadah yang begitu mulia dengan pahala yang melimpah untuk merayakannya, tidakkah para tabi'in, tabi'ut dan tabiin tabiut lebih mengerti perihal itu? karena mereka bisa dikatakan pengamal dan penerima islam yang pertama, lagsung dari baginda ? kenapa mereka tidak melaksanakannya sepanjang hidup mereka 3 generasi setelah baginda wafat?

saat itu aku bertanya pada tetangga yang punya rumah, perayaan apa yang sedang dilaksanakannya? katanya maulud nabi. karena saat itu sdh dua hari berturut turut akupun bertanya lagi. bukannya kemarin sudah dilaksanakn? dia jawab katanya seminggu. wah??? aku lagsung mengernyitkan dahi.  jadi selama seminggu ini telingaku sesak oleh suara speaker orang shalawat dengan suara kencang begitu. apakah harus dengan suara keras begitu di malam hari begini? kalau memang ibu ibu yang mengikuti sudah tahu dan datang kenapa harus keras begitu suaranya? ibaratnya seisi RW mendengar kalau lagi ada shalawatan para ibu ibu?

ah, aku sungguh tak mengerti, dan juga aku tak tahu layakkah aku menuliskan uneg uneg begini di blog sedangkan mereka juga satu Tuhan dan satu nabi dengan ku. apakah aku yang kurang bertoleransi? apapun itu aku hanya mengerti jawaban sepatah kalimat: ibadah yang dilakukan diluar dari apa yang dituntunkan nabi  tertolak.

" sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu ( umat islam ) yaitu bagi orang yang mengharap ( rahmat ) Allah dan ( pahala ) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah [ al- Ahzab/33:21]

dan dalam salah satu hadist beliau SAW, :

" barangsiapa membuat perkara baru di dalam urusan kami ini ( agama ) apa apa yang bukan padanya, maka urusan itu tertolak "



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....