Sabtu, 27 Oktober 2012

jumatan ? tidak? duhur? atau 2 rakaat saja?

polemik , kalau bisa kukatakan demikian . seperti dualisme idul fitri yang sering berbeda pelaksanaannya antara masyarakat indonesia begitu juga dengan idul adha. pangkalnya tentu karena bertepatan dengan hari jum';at.

sebagian mengatakan shalat jum'at tetap wajib dilaksanakan meski kita telah shalat ied pagi harinya. 

sebagian lain mengatakan tidak wajib tapi mest shalat duhur sebagaimana biasanya jika telah shgalat ied. 

dan dari praktik yang kudapatkan ada yang berfaham siangnya cukup shalat 2 rakaat. takj tahulah aku itu shalat apa namanya. kalau dikatakan shlat jum'at kurasa juga bukan. karena hukum hukum shalat jum'at nya di abaikan. salah satunya adalh ada khatib yang memberi kotbah dan duduk di antara dua kotbahnya. 

ragam pemahaman itu akan terus menghiasi masyarakat kita. kurasa itu memang sudah takdir karena islam juga memang ilmu yang dianjurkan untuk dipelajari, diselidiki kebenarannya, . bukankah memang qur'an pun menyuruh kita bgt? 

jadi akan selamanyalah perbedaan perbedaan itu ada di tengah tengah masyarakat. kartena kita tidak sama derajat keilmuan dan nalar satu sama lain.  kukira itu bukanlah persoalan yang mesti dibesar besarkan. justru yang harus dibesarkan adalah yang tidak shalat ied dan tidak shalat jumat . dan.......sudah tideak shalat tapi paling nafsu ingin makan dan dapat jatah daging qurban hehehe.....

terlalu banyak redaksional hadis yang menrenagkan tentang wajhib tidaknya orang yang telah shalat ied tidak jumatan . karena itu aku persilahkan anda sekalian mencari sendiri hehehe......

sekedar info memperbanyak postingan kemarin itu hanya aku yang shalat duhur. saat rakaat kedua imamnya langsung salam dan akupun tegas bangkit lagi mencukupkan hingga 4 rakaat. salah satu jamaah bertanya pada imam tentang shalatnya yang dua rakaat tp aku tak tahu dan kurasa aku takl ingin tahu apa jawabannya .........

- Siapa yang ingin menghadiri shalat Jum'at maka hadirilah dan siapa yang ingin duduk maka duduklah"

- "beliau shalat Id kemudian memberi keringanan (rukhshah) untuk shalat Jum'at, beliau bersabda :

"Siapa yang ingin shalat maka shalatlah

-  Siapa yang ingin shalat jumat, hendaknya dia shalat.’” (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, ibn Majah, Ad-Darimi).

-  
“Pada hari ini terkumpul dua hari raya (jumat dan id). Siapa yang ingin shalat hari raya, boleh baginya untuk tidak jumatan. Namun kami tetap melaksanakan jumatan.” (HR. Abu Daud, Ibn Majah, Ibnul Jarud, Baihaqi, dan Hakim).

-  
Dari riwayat Iyas bin Abi Ramlah Asy Syami, beliau berkata: “Aku pernah menyaksikan Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu bertanya Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu: “Apakah kamu pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terjadi dua id terkumpul dalam satu hari?”, ia menjawab: “Iya (pernah)”, Mu’awiyah bertanya: “Bagaimanakah yang beliau lakukan”, ia menjawab: “Beliau (shallallahu ‘alaihi wasallam) shalat ‘ied kemudian memberikan keringanan untuk shalat Jum’at, beliau bersabda: “Barangsiapa yang hendak shalat maka shalatlah ia“. HR. Ahmad (4/372), Abu Daud (1/646, no. 1070), An Nasa-i (3/193, no. 1591), Ibnu Majah (1/415, no. 1310), Ad Darimi (1/378), Al Baihaqi (3/317), Al Hakim (1/ 288), Ath Thayalisi (hal. 94, no. 685) (dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih Abu Daud, no.1070, pent)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....