Jumat, 09 Maret 2012

fitnah

desau angin seperti kemarin, dingin dan lembab
adakah hujan pun kan turun berikutnya?
lalu lanjutan kisah itu berulang kembali?
engkau pergi tinggalkan rentetan tanya
tak hirau aku yang masih tergagap belum mengerti
belum terucap kata maaf untuk tampakkan senyummu
dengan anggukan mahfum akan salah dan khilaf
disini
gerimis mulai mendera sekujur hingga teras hati
bibir yang tak kuat mengucap
mata yang tak sanggup menahan kelopak membasah
dan hujan makin sempurnakan tetesan duka
tak membekas namun tercetak dalam bening rintik
jatuh mengurai ikuti susuran langkah
prahara cinta
mulai membakar jiwa jiwa dan nadi
meruntuhkan sepenggal kalimat alibi
bahwa ini fitnah.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....