Selasa, 20 September 2011

Yuk!

Untuk apa rayuan kalau wanita hanya perlu pembuktian.
Memang sebagian wanita yang termakan rayuan gombal,tak
heran menafikan sebuah hasil. Yang di tunggu hanyalah
kata puja dan puji, sekosong mata mereka yang
terbalikjadi serba putih. Maka jangan sesali bila saatnya tiba ,
hari penahbisan saat bosannya selera lelaki yang memang kosong akan cinta.
Namun bagi sebagian lainnya adalah berpikir realistis.
Karena mereka tak ingin hanya mendapat tong kosong yang
hanya berbunyi nyaring tanpa isi. Mereka ingin hasil
nyata dari lelaki dalam tindakan dan ucapannya. Itulah
yang sebagian wanita menyebutnya Lelaki, yang mampu
memberi sugesti dan pengaruh positif,yang mampu memberi
rasa aman dan rasa di hargai berlandas kasih sayang.
Untuk apa rajukan kalau lelaki kalahnya cukup di manja.
Berhentilah merajuk., kalau tak ingin lelaki serba salah,
kalau tak ingin membuat lelaki jadi orang pikun yang tak
bisa mengambil keputusan terbaik,kalau tak mau membuat
lelaki jadi perayu gombal mendadak.Tapi tahukah anda
kalau lelaki itu hanya dengan satu langkah mudah, anda
sudah menjadikannya seperti kucing rumah yang meliuk
liukkan badan dan ekornya ke kaki anda? Manjakanlah dia!
Untuk apa tangisan kalau dia sudah mengatakan tidak?
Maka bangunlah! Dunia tak cukup hanya mendengar isak
tangis dan air matamu.dunia masih menanti dan menyediakan
waktu ,kapan kamu akan bangkit untuk menata kembali
kehidupan dan masa depanmu. Dunia juga tak perlu
penyesalanmu yang terlambat. Justru dunia menyediakan
ribuan jalan dan pilihan untuk berbenah. Bangkitlah dan
tetap melangkah. Tak perlu lagi menoleh kebelakang.
Bilapun kamu perlu menangisi masa lalumu yang
suram,jadikan itu cerminan agar kamu tak terperosok kedua
kalinya.

Denpasar,05/12/07

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....