Selasa, 20 September 2011

Shubuh di masjid Al Muna,Balikpapan

sebagai orang yang awam tentang agama apalagi juga hanya seorang mualaf,hingga saat ini baru sekali menemui keanehan mengikuti shalat jamaah shubuh. keanehan dan ketakmengertian itu kutemui di Balikpapan tepatnya di masjid pelabuhan yang letaknya sekitar 700 meter arah timur pintu masuk.
seperti umum akupun shalat sunnah dulu. begitupun jamaah lainnya. entah itu
attahiyatul masjid atau rawatib. berawal dari rakaat pertama setelah shalat fardhu, aku sebetulnya sudah ada 'feeling' lain. kudengar surat yang dibaca setelah fatihah begitu panjang dan sepertinya di ulang ulang. itu kutangkap dari dari kata kata terakhir yang sering sama kudengar. ibarat kata mungkin panjangnya sperti membaca surat Al
Bayyinah diulang 4kali.
lalu keanehan yang menyusul adalah begitu takbir setelah pembacaan surat. aku yang tahunya setelah itu ruku' ya melakukan rukun itu. pak tua disamping kirikupun ruku' sementara yang lainnya mengikuti imam langsung sujud.
keanehan selanjutnya setelah itu adalah langsung bangkit untuk rakaat selanjutnya.
jadi sujud sekali dan langsung i'tidal. aku dan bapak tua di kiri buru buru menggenapi rukun sujud lagi lalu segera bangkit ,rakaat kedua.
tak ada yang aneh di raka'at kedua ini, tapi yang membuatku kecele lagi,aku yang
tahunya shubuh itu hanya dua raka'at langsung duduk attahiyat terakhir.
oalah, ternyata imam dan makmum lainnya langsung bangkit lagi. beberapa saat aku terdiam. aku ingat buku saduran yang kukoleksi yang mengatakan jika menemui
kasus seperti ini agar tidak mengikutinya. langsung menunggu di rukun terakhir.pak tua disampingkupun tampaknya ragu sepertiku. tapi kok ya begitu dia bangkit akupun dengan mashgul ikut juga bangkit.
ya Allah,kasus apa yang kutemui?pikiranku sudah tidak fokus makin menjadi jadi. raka'at inipun(ketiga) tak ada yang aneh. hanya aku dan pak tua yang tak ikut qunut . ah untung masih ada teman senasib,batinku kecut.
jadi puluhan tahun kenal shalat shubuh baru kali ini kutemui hal aneh begitu.saat
kusinggung masalah ini pada orang di pelabuhan jawaban yang kudapatkan sungguh tak memuaskan. mungkin imamnya terlupa,jawabnya.
tapi kalau lupa kenapa makmun lainnya tak mengingatkan dengan bertasbih? ataukah
ini salah satu mazhab lain dari sekian mazhab yang ada? doh,jadi teringat almarhum
ayah. bila menemui masalah seperti ini biasanya beliau akan menjelaskan panjang
lebar disertai dalil dan kaitan sunnah nya. ah sekarang ini siapa yang jadi jujuganku?
jadi rindu sama beliau. betapa jelas masih membayang senyum dan wajah bijaknya.
ya Allah,
Engkaulah ilmu dari segala ilmu yang ada
yang terjemahkan maupun yang tak mampu ditafsir akal
kepunyaanMU lah pengetahuan dan rahasia dibaliknya
semoga Engkau jauhkan aku dari kedzaliman akal,ilmu dan kesombongan


Mar 16, '09 1:14 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....