Selasa, 20 September 2011

minal aidin wal faizin vs thaqabalallahu minnaa wa minkum

for everyone

ada kejadian yang agak 'menggelikan' tapi juga sebagai cambuk pada diri. disuatu kesempatan saat idul fitri kemarin,orang orang pada bermaaf maafan sambil
mengucapkan minal aidin wal faizin. ada juga yang mengatakan minal aidin saja
karena mengharap yang disalami menjawab dengan kalimat wal faizin.kuberanikan mengoreksi dengan mengatakan kalau sebetulnya sebagaimana yang telah kubaca dibuku yang benar ucapan saat idul fitri itu adalah thaqabalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amalku dan amalmu.

lagian kalau cuma minta maaf toh tidak harus menunggu sampai idul fitri kan? itu
bisa dan menurutku wajib saat itu juga minta maafnya.enak dong kalau begitu.
mumpung belum idul fitri jadi bisa menyakiti orang lain,membohongi,mendustai dan segala sifat jelek pada orang. toh nanti pas idul fitri ya tinggal bilang minal aidin wal faizin kan? logika bodohku mengatakan itu pembodohan watak. sama saja dengan idiomnya salah satu agama yang mengatakan pada intinya dosa dosa kita ada yang menebusnya. terlahir kedunia ini untuk menjadi tameng dari dosa dosa yang telah di perbuat.weleh enak. bocah jawa mengatakan uenak tenan.
puasin saja berbuat dosanya selama hidup toh nanti ada yang menebus dan gantiin. yang senang ngewek yo terusin begitu. yang seneng nyolong,selingkuh,dan bentuk kejahatan lainnya terusin toh nanti ada yang menebus:)

mungkin mereka dalam hatinya berkata ;ah kamu ini kok ya wong tahu apa masalah hadist hadist begitu. tapi aku jelaskan bahwa itulah yang sebenarnya dianjurkan para ulama untuk mengucapkannya saat idul fitri. sementara yang biasa diucapkan yakni minal aidin itu sebenarnya adalah penggalan dari sebuah doa; allahuma ij'alna minal aidin waj'alnaa minal faizin. yang artinya ya Allah,setelah berpuasa ini jadikanlah kami termasuk orang yang kembali ke fitrah kami dan sukses.

nah pada akhirnya perkara diterima apa tidak ya ga apa apa. toh aku niatnya baik
meralat kekeliruan ( ya karena sudah pernah membaca ) dan yang jelas aku berusaha mendapat catatan amal dari syiar yang bisa ku lakukan. hitung hitung sebagai
tabungan untuk mengurangi dosa dosa terdahulu. jadi katakanlah sebagai DP( dead payment ) pada Allah he he

Oct 2, '09 8:59 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....