Selasa, 20 September 2011

Kintamani

hembusan angin basah menerpa
bulir bulir embun terselubung kabut jalan ini masih sama
berkeliling cemara mendaki bukit dan ternampak jejak
tergores nama di dahan
hamparan danau keperakan
melukiskan kenangan asmara
aku tergoda lamunan indah
kala sempat menggenggam jemari kecilmu yang dingin gemetar
tersipu merunduk ribuan kata di mata gambar itu masih jelas
selalu hadir kala melintas
kintamani
cemara dan kabutmu
patrikan bait bait cinta danau dan gunungmu
saksikan asa yang pernah terjadi kintamani,
dimana hati bersemayam

kuta,28/11/07

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....