Selasa, 20 September 2011

jumatan

seperti kebiasaan mengikuti kotbah jumat aku pasti sambil terkantuk kantuk. sejatinya
sih sikap yang kurang bagus tapi itu juga karena khatibnya biasanya ga begitu "
memikat"dalam memberikan kotbahnya. paling membuat kantuk menjadi jadi adalah
bila khatib sama sekali tidak ada reaksi memandang jamaah. maksudnya dari awal
hingga akhir kotbahnya khatib terus membaca tanpa menoleh sedkitpun dari kertas
atau buku yang dibacanya. itu sangat membuatku jenuh mengikuti bacaannya. maka
jadilah aku sambil mata terpejam dan sebagian hati dan telinga sayup sayup mengikuti
isi kotbah.
bicara mengikuti kotbah jumat baru sekali aku menemui khatib yang hingga sekarang
masih terbayang jelas gaya retorikanya . aku dapati di mataram ,lombok barat,
tepatnya di mesjid raya mataram. membawa selebaran tapi bisa dikata cuma
dilihatnya tak lebih dari sebelah jari. masih muda dengan busana gamis dan kafiyeh
melilit di kepala. gayanya sangat mengagumkan. bicaranya keras tapi jernih dan
sedikit berapi api kala menyinggung tentang hal hal yang betentangan dengan
akidah,norma dan jiwa islam. fasih dalam lisan arab. kupikir mungkin lulusan timur
tengah. sayangnya aku lupa namanya yang sempat selintas kubaca dipapan mesjid.
yang jelas kapan aku sempat lagi ke lombok akan kupastikan untuk jumatan lagi ke mesjid itu. siapa tahu pas sang khatib itu lagi yang memberi kotbah.


Nov 13, '09 2:37 PM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....