Senin, 12 September 2011

jiwa yang hilang


tak seorangpun bisa menepis duka
tak seorangpun bisa menolak lara
bayangkan saat untuk rehat sambil introspeksi
meyakini kebahagiaan akan datang sesudahnya
percayalah itu hanya  putaran roda
bergulir saling berganti posisi
jangan bersedih lepas
diamkanlah di ruang ruang iman
teduh...
menyejukkan......
berserah...........
yakinlah kebahagiaan kan menjelang
kodratnya mengganti kesedihan
janjiNya pasti dan tak pernah ingkar
mesti bersabar menanti harinya
bersedih membuatmu kecil terkurung alam
rerumputan menunduk gemas membangunkan
mentari redup sinarnya tak lagi sehangat ufuk
terlebih bintang makin temaram dibentang biru langit
semua merunduk , menyapa dan membisik
"bangunlah duhai raga "
"biarkan kami segar menyapa senyummu seperti kemarin"
wahai hati yang menangis
tak pelak hujan enggan turun menunggu kering air matamu
menepilah
kemas dalam sujud dan permintaan
engkau tak pernah sendiri
jika hanya bertanya kenapa
tapi engkau akan tersesat hati
jika hanyut di sedu sedan, ratapan dan keluhan
jangan bersedih duhai jiwa yang sepi
jangan menatap kosong wahai iman iman terpilih
ingatlah Dia agar damai hati
lafazkan baitNya
tenanglah jiwa yang bergolak



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....