Selasa, 20 September 2011

cintaku pada-mu

membaca postingan lawas di salah satu blog, tentang cinta,keyakinan dan hidayah , aku jadi punya pertanyaan balik untuk diriku sendiri. ceritanya adalah tentang
kekuatan dari suatu keyakinan iman pada Allah atas hidayah yang didapat.
bagaimana seorang Bilal yang bertahan rela ditimpuk batu besar diterik matahari
gurun karena mempertahankan keyakinannya pada Allah . lalu seorang Sa'ad bin abi
waqash yang rela dan tega melihat penderitaan ibunya yang mogok makan hanya agar
dia mau kembali sebagaimana sebelum dia mengenal dan mendapat hidayah Allah.

nah apa yang bisa ku banggakan untuk memproklamirkan cintaku padaNYA?
direnung renungkan kayaknya ga ada. aku hanya baru merasa begitu bersyukur atas
pilihan hidup dan hidayah yang kudapat. aku begitu yakin dan yakin akan
kegembiraan dan kedamaain hidup yang akan kuraih dengan menjadi hamba Allah.

aku bangga menjadi diriku, menjadi seorang hamba yang bertuhan,seorang yang
sudah merasakan betapa sesungguhnya Allah itu sangat dan sangat sayang padaku. bagaimana tidak sayang padaku. disatu masa aku dibiarkannya mengikuti naluri jahiliyahku . dibiarkannya aku menikmati dunia semu, menikmati pembedahan akan arti jalan lurus dari segi 'jahiliyah'. dan disaat yang tepat Dia menuntunku kembali kedalam jalanNYA, jalan yang lurus di naungan Dien NYA,sebagaimana jalan para kekasih kekasih Allah meniti tangga surganya.

dan keyakinan itu makin menjadi jadi kala keajaiban doaku kadang kala tak bisa
dinalar datangnya. kontan Allah medatangkannya dihadapanku. kadang memang
belakangan aku baru menyadari hingga aku jadi tertegun dan membatin: loh bukankah tadinya inilah yang kuinginkan?
mungkin diawal awal awal jadi mualaf saat sma , bisa dikatakan mendekati gejolak
cintaku pada NYA. aku ingat dengan jelas bagaimana seluruh keluarga dengan
berbagai cara membuatku agar balik ke era 'jahiliyah'. bagaimana ibuku yang
menangis merekam suaranya di pita cassete, memohon agar aku pulang saat itu.
tapi aku tak bergeming.
dan inilah akhirnya . seorang zaid yang telah berdamai dalam dekapan islam. seorang yang masih dan masih belajar dalam mencari dan memahami hakekat , keyakinan dan dunia indah yang dijanjikan Allah. masih belajar mengejawantahkan ,bahkan mencari jalan terbaik untuk bisa menumbuhkan cinta pada Allah di tengah godaan dan
tantangan yang menyertai.
dalam proses menuju cinta itu, semoga Allah senantiasa berkenan meridhoi hal hal terbaik yang telah kulakukan, ataupun baru sebatas niat dan tidak terlaksana,dan
senantiasa menuntunku kembali dengan cahaya kasihnya, bila aku terpeleset dalam kubangan 'jahiliyah dan hidup semu'lainnya. semoga hamdallah yang keluar atas rasa damai, kesenangan,dan kegembiaraan yang DIA beri, mampu menjagaku tetap
dijalanNYA,jalan islam,iman,dan ihsan.amin.


Dec 6, '09 5:29 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....