Selasa, 20 September 2011

Cinta abadi?

Banyak dan sering kudengar ,juga dari film film
percintaan berharap lakon yang terjadi adalah lakon cinta yang abadi.
Tak peduli apakah si lakon itu salah satunya sudah meninggal.
Cinta abadi? Tertarik juga akhirnya aku urun kata tentang itu.
Hal pertama yang jadi kesimpulannku adalah tak ada cinta
yang abadi. Mungkin dengan asumsi begini aku jadi ‘enemy’
bagi jutaan orang yang berpandangan kalau ada cinta yang
abadi. Bagiku hanya satu cinta yang abadi yakni cinta ke
padaNYA. Itupun bagi orang orang yang ber-tuhan. Dan
bagiku hanya harapanlah yang abadi. Harapan agar cinta
yang ada tetap sehangat kala pertama kali dirasa. Harapan
agar cinta yang terjalin bisa terus tersemai,bisa tetap
menggelorakan hasrat saling memiliki,saling setia ,saling
percaya dan sebagainya. Cinta antar sepasang kekasih
seperti itu adalah cinta yang benar benar dan nyata tidak
akan bisa abadi karena terselip nafsu.
Terserah anda mengartikan nafsu disini. Karena nafsu
itulah akhirnya cinta itu bisa berubah . dia bisa jadi
saling membenci, saling menyakiti,cinta yang malang,
cinta yang menguntungkan disatu pihak tapi merugikan di pihak lain,
cinta yang bisa membuat anda buta hingga melakukan apapun
di luar nalar ke wajaran yang berlaku agar
terpenuhi apapun nafsu anda saat itu.
Tak lebih karena sekali rasa pertama yang indah itu
berubah yang ada selanjutnya adalah bencana. Seperti kata
Mahatma Gandhi” Cinta tidak pernah meminta tapi ia
senantiasa memberi. Cinta juga terkadang membawa
penderitaan, tetapi ia tidak pernah berdendam dan tak
pernah membalas dendam. Dimana ada cinta disitu ada
kehidupan, tapi manakala ada kebencian maka ia akan
membawa kemusnahan"(sumber:heartnsouls- arti dari cinta).
Jangan pula mendebatkan masalah cinta,arti dan hakekat
cinta, karena itu adalah pekerjaan sia sia. Sebaliknya
melihatlah apapun yang engkau lihat berlandaskan cinta.
Bertindaklah apapun yang enkau lakukan dengan cinta .
berkatalah apapun yang engkau ucapkan dengan cinta.
Karena engkau akan menemukan kebahagiaan.
Jangan pula engkau mencari cinta terlebih kala hatimu
berduka, karena hanya akan mendapatkan belas kasihan.
Jangan pula sembunyi dari cinta jika engaku tak ingin
hidup sendiri di bumi ini.

Jika saatnya datang cinta akan menghampirimu,maka
terimalah. Itulah saat engakau diberkati dan di kuasakan
cinta. Maka pilihan selanjutnya bagimu adalah
memeliharanya dengan baik untuk mendapatkan kebahagiaan
atau menelantarkannya, yang berarti engkau terkalahkan
oleh nafsu semata. Jadi akhirnya engkau tinggal memilih.

Denpasar,30/11/07

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....