Selasa, 20 September 2011

Brewok

Seperti sudah jadi aturan tak tertulis bagi pekerja proyek untuk tidak bercukur dan
potong rambut selama pekerjaan belum selesai atau tidak pulang. Begitupun yang
kujalani saat di kaltim. Selama empat bulan di kaltim tepatnya di Muara Badak,belum
sekalipun aku bercukur. Maka jadilah aku brewok dengan rambut panjang ikal,kumis
dan jenggot menjuntai. Selama ini paling tidak tiga hari sekali aku bercukur. Kalau
malas bisa seminggu sekali. Yang jelas tidak pernah hingga sepanjang saat di kaltim
itu.
Makanya begitu pas pulang pertama karena ayah meninggal,anakku sempat kaget dan mengatakan kalau aku seperti bapak bapak.
"BAgaimna toh kamu. Memang sudah bapak bapak. Sudah punya anak, ya kamu"sahutku tersenyum
"maksud enok,jadi tua sekali kelihatannya. Mbok cukuran pak. Jelek
kelihatannya"katanya tanpa tedeng aling aling.adi adik pun mengangguk setuju
dengan kritikan anakku.katanya aku seperti sufi yang menggelandang. Aku tertawa saja mendengarnya.
" ya karena bapak sudah pulang,besok bapak ke Weleri untuk cukur."
Nah tahu apa kata anakku begitu besok sorenya aku datang dari Weleri sudah klimisan.
" Nah gitu dong pak. Kan lebih keren tanpa cambang dan rambut panjang hi..hi..hi..."godanya.
"Iya mas,jadi lebih muda kelihatan. Kayak baru 30." tambah adikku yang paling kecil. Aku hanya nyengir dan langsung ke kamar mandi untuk keramas. Tapi dalam hati aku sejatinya ge-er juga sih he..he..he..

Smd,18/02/09

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu kawan. makasih ya sudah mampir....