Kamis, 29 September 2011

pilih mana?

dipikir pikir benar juga sih kita ini tidak mampu menempatkan sebuah 'kebenaran' semestinya pada tempat paling awal, paling tinggi dibanding hal hal yg mengikutinya, atau bukanlah wajib ada. 

nah bicara apa ini? hehehe.....aku terpikir selama ini barangkali benar kalau kubilang mesjid mesjid dimanapun biasanya selalu ramai bahkan bisa full shaft, kadang meluap saat ramadhan , hanya karena ingin mengikuti shalat sunah . namanya sunah boleh dilakukan, dapat pahala. tidak dilakukan ya monggo sakkersane, cuman ora entuk catatan tambahan amalan ibadah ^^

balik ke suasana ramadhan, kita tahu bahkan yang tidak pernah ke mesjid sehari harinya jadi rajin ikut shalat taraweh. begitu hebatnya daya tarik ramadhan itu. begitu hebatnya sugesti dan 'khasiat' ramadhan yang ingin dicari oleh kita kita. 

tapi pernahkah anda , mereka dan kita ini berpikir dan membandingkan pentingan mana dilakukan shalat taraweh dengan shalat wajib ? anda sekali ,dua kali atau tak pernah jamaah taraweh, tak akan punya stempel kafir. tapi shalat wajib? sekali anda tak shalat anda ,kita semua sudah masuk segolongan orang orang kafir, golongan orang orang yang berteman dengan kaum munafik,penghancur sendi sendi islam, pokoknya anda anda ,saya dan kita termasuk calon calon penghuni neraka jahanam. 

nah jika sekali lagi kita ditanyakan mana lebih utama shalat wajib dilakukan dengan shalat taraweh? ataupun tahajud di luar ramadhan? namanya wajib tentu tak ada alasan atau pemberat apapun untuk tidak melaksanakannya. 

namanya wajib, jika kita meninggalkannya sekali saja berarti kita sudah keluar dari sendi sendi islam itu sendiri karena shalat juga adalah rukun wajib kita sebagai orang islam. ibarat tiang rumah satu tiang tak berdiri tentulah rumah itu akan doyong, dan ambruk akhirnya.

 jadi? pertanyaan memutar mutarnya adalah: kenapa anda, mereka dan kita ini selalu memadati mesjid hanya pada saat ramadhan sedang di bulan bulan lainnya tak pernah sekalipun hal itu terjadi? bukankah ini terbalik? justru harusnya tiap hari di setiap masuk lima waktu mesjid itu  rame? apa pasal?

hal terbaik yang sama sama kita dan anda anda ketahui tentulah kalau bisa setelah yg wajib itu selalu , selalu loh....kita tunaikan, akan lebih bagus dan bermanfaat sebagai amalan tambahan bagi kita untuk melakukan shalat shalat sunah lainnya. meski kita tak dapat melakukan semua shalat sunah yg begitu banyak macamnya tapi setidaknya dapat melakukan yg bersifat mua'kad seperti tahajud, sunah ba'diyah/qobliyah , atahiyatul dan lainnya lebih keren lagi kan? 

bagaimanapun mari kita membalik paradigma aneh selama ini agar menunaikan shalat wajib tunai tanpa kredit dan utang, kalau bisa jamah di mesjid dan bukan melalaikan yg wajib tapi jadi si nomer satu saat ramadhan. maksdnya nomer satu tiba di mesjid jauh sebelum waktu masuk azan, nomer satu di shaft pertama, nomer satu khusuknya taraweh dan berdoa karena inget akan adanya malam Lailatul qodar,nomer satu  dan tidak ada nomer dua dan seterusnya 

yahee....emzy kumat kambuhnya




Matahari, kembalilah cinta……
Walau mega-mega menenggelamkanmu pada wajah bumi yang menggulita
Sesayat pedih merenggut ceria, mencipta sedih sukma akan perpisahan pada siang
Tapi aku tahu kau akan kembali untuk memberiku sihir bahagia
Sebab doaku telah menembus aras langit pintakan segalanya

Di senja ini, kita bersama-sama menyeberangi jembatan lintasan rindu
mengantungi misteri yang kita agungkan, juga yang kita jaga baik-baik
Hari ini dan esok, ada langgam elok dalam hari-hari kita


a beautiful poem from my sis, Rien

Selasa, 20 September 2011

Metamorfosis

seekor katak dalam perjalanan hidupnya memerlukan beberapa perubahan hingga kebentuk yang kita sebut katak. bermula dari telur,kecebong hingga stabil dalam kesempurnaan bentuknya sebagai katak.
aku bukanlah seekor katak dan bukan pula bermula dari larvatelur. kiasan diatas
kuambil untuk memenapaktilasi hingga aku menjadi seorang hamba Allah. bermula kelas tiga sma di negeri datuk,akupun menjadi hamba yang beruntung karena telah di beri hidayah untuk menjadi seorang zaidzydan,dari semula orang yang musyrik.
bertahun tahun bermetamorfosis menjadi hamba Allah,aku sempat diuji dengan
kehadiran seorang bidadari. ah ternyata aku kalah. imanku kalah dan terperosok
hingga menjauhiNYA. sepuluh tahun aku melupakan Allah tapi bukannya aku jadi lebihbaik, aku justru tak mengenal tuhan.
kupaksakan untuk mengenal tuhan dengan cara semula seperti cara bidadari tapi lama
lama justru aku kian mempertanyakan hakaket tuhan dan tuhan tuhan mereka yang
mereka sembah. semakin bertanya semakin jauh dari rasa percaya akan apa yang
mereka sembah.
alhamdulillah,Allah maha besar. Allah maha mengetahui,maha pemberi. Engkau maha pengampun ya Allah.
Engkau pelan pelan tuntun kembali hidayahku yang pernah kututup.
Engkau biarkan aku berjalan untuk membuktikan betapa Engaku maha pengasih. aku yang telah meninggalkanMU tapi Engklau tuntun lagi aku dalam naungan cintaMU. TIADA TUHAN SELAIN ALLAH
MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH. mohon ampun ya Allah.
mohon ampun ya Allah
mohon ampun ya Allah
semoga aku termasuk salah satu umatmu yang kelak engkau tempatkan kedalam golongan orang orang yang beriman
semoga Engkau masukkan kesegolongan orang yang selalu bersyukur atas segala
nikmat,kurnia dan rizkiMU dan Engaku ingatkan pula hati dan jiwaku ya Allah agar selalu bersabar atas setiap cobaan yang Engkau timpakan
Laa ilaha ilallah
Allahu Akbar


Namaku Muhammad Zaidzydan

bila menjadi mualaf tentu disarankan untuk mengganti nama agar kelihatan sebagai
seorang muslim. paling tidak menambahi nama sebelumnya dengan kata yang
berkaidah islami. dulupun aku saat awal menjadi mualaf ada anjuran untuk mengganti
nama. tapi itu tak terjadi. aku tetap saja memakai nama sebelumnya. mertuapun saat
itu mengiyakan saja. yang penting niat dan pelaksanaannya. maka jadilah puluhan
tahun aku suka di keliru sangka kalau bukan seorang muslim,melihat nama yang
kugunakan.
nah tepat tanggal 8 oktober 2008 habis maghrib saat aku memperbaharui syahadat namaku secara resmi berganti menjadi Muhammad Zaizydan.
tadinya aku hanya ingin zaidzydan saja tapi ayah mertua bilang,sebaiknya tambahi
dengan kata muhammad di depannya. ya aku manut saja. nama ini sudah kusiapkan
sejak beberapa bulan sebelumnya. tepatnya saat gempar gemparnya novel dan film
Ayat Ayat Cinta.
dari sana aku terinspirasi mendapatkan nama zydan.padahal setelah kuperhatikan
sepertinya gak ada kata zydan. aku saja yang salah ingat dan melafazkannya. karena
yang ada di sana adalah tokoh yang bernama zyfzaf. tapi tak apalah.toh juga bagus
diucapkan.
kalau zaid itu sengaja kuambil penggalan namanya Zaid bin Tsabit,tokoh yang di
amanati untuk mengumpulkan semua wahyu Illahi pada Baginda Nabi kedalam



bentuk buku seperti yang kita pegang sekarang.
aku terpikir seorang Zaid yang mendapatkan tugas mulia dan berat itu tentu orang yang begitu 'sempurna' hingga diserahi tugas suci seperti itu. aku berharap dengan mengambil namanya semoga dalam hidup ini akupun bisa menjadi orang yang bisa dipercaya dan mampu jika mendapatkan amanah.
jadi bila merunut awal awal terbentuknya namaku aku kira aku bangga menyandang nama itu. ayah mertua bilang kalau artinya adalah orang yang ingin terus
mendapatkan hal hal yang baik.amin.semoga.
anakku pun bilang kalau namaku cukup bagus. malah dia tak setuju kalau kata
zydannya kubuang.jelek katanya. memang pernah diawal awal pakai nama baru itu kok aku ingin yang simpel saja. M Zaid.
keinginan inipun didorong oleh pertanyaan bercanda adik yang mengatakan kalau aku adalah pengagum zydane,pesepakbola terkenal dari Prancis itu.
andainya itu benar terjadi tentu aku akan menyesal. karena aku justru sangat bangga memakai namaku yang komplit, Muhammad Zaizydan!
saking bangganya bila membeli buku tak pernah lupa kutulis nama dan tanda tangan dengan namaku yang baru.apapun yang kubeli sebisa mungkin kuberi identitas. ya sepatu,baju,hingga handphone!


Muhibbin

ingin selalu mengingat-Mu.
bukan saja disaat Engkau beri aku duka lara tapi juga disaat Engkau berikan kenikmatan.
jangan pernah Engkau padamkan hati untuk menyebut-Mu.dan jangan pula biarkan hati menghitam tanpa simbol-Mu.
aku ingin jadi bagian orang yang Engkau rahmati. menasbihkan kala fajar dan petang. aku ingin jadi pencinta-Mu.

Smrd,feb'08


Tawakkal

Dalam munajatku aku menghadap-Mu
Dalam diri-Mu kucari sandaran terakhirku
Kepada-Mulah air mataku tertumpah
Engkau hidup dalam lubuk benakku
(Dzun Nun al-Mishrì 246 H/861 M-Hidayah,Maret 2004 )


Bangun Nak,ayo shalat Subuh

Sudah dua minggu ini aku agak rutin selesai shalat subuh kirim sms pada anakku nun di Jawa sana. Isinya hanya ngebangunin agar segera shalat subuh.
Sebetulnya sih gak malas shalatnya cuma jadi kebiasaan kalau shalat waktunya pasti molor. Subuh paling telat jam 6. Begitupn saat shalat fardu lainnya. Tak pernah tepat waktu. Yah minimallah kalau bisa setengah jam setelah adzan berkumandang.
Beberapa kali kutegur dengan kebiasaannya itu.
Tapi ya begitulah mungkin anak remaja sekarang. Banyak sekali alasannya. Aku juga gak mau nyuruh lagi. Takut terlalu banyak teguran untuknya bikin dia 'bete'. Akupun maklum karena aku sendiri juga anak tunggal jadi aku berusaha gak keras padanya. Lagian anak satu satunya ngapain pula dikerasi bukan?

SMRD,feb 08


Halal Bank

Ah aneh aneh saja. Lagipula seperti tidak kfeatif saja memberi nama bank kok halal. Yang kumengerti bank yang kalau bisa dikatakan halal itu adalah bank jenis syariah. Karena tidak memungut bunga/riba.
HALAL BANK. Itulah papan nama yang kubaca saat melintas di jalan tengkawang,samarinda.
Pertama membaca aku tersenyum sendiri . Apa tak ada nama lain toh?
Cuma aku juga tak tahu apa itu bank benar benar masih eksis tidak, melihat di pelosok samarinda aku begitu yaqin,haqul yaqin tak ada lainnya. Ternyata setelah tanya tanya itu sejenis BPR dan memang masih aktif.

Smd,feb 08


Lomba Mancing

Ada yg doyan memancing? Atau sekedar senang ,atau malah masuk kategori maniak? Belum belum aku ingin katakan kalau aku sendiri tidak ingin masuk salah satu
kategori itu.terlau membosankan.
Tulisan ini kubuat disela sela menunggu kakak yang ikut lomba mancing.
Boring! Itulah yang kurasakan. Kami tadi masuk ke kolam pemancingan jam 3 sore. Dari besaran bayar tiketnya saja aku sudah tidak sreg. Tadi tiketnya 300rb /orang. Itu sudah murah. Kalau ada lomba resmi,tiket bisa 500rb/orang.
Tak bisa kubayangkan selama lima jam harus coba mengumpulkan ikan sebanyak
banyaknya agar dapat juara. Dan itu saling mengalahkan dengan 40-50 orang lainnya.
Pertama bagiku ini sudah judi. Jangan lagi berdalih untuk menyalurkan hobi.
Kedua,ini sudah menyakiti ikan ikan itu. Mereka jadi 'sansak' nya kail berulang ulang.
Jangan lagi berkata mancing itu menambah kesabaran. Mungkin iya tapi bagiku lebih
banyak membuat orang jadi malas. Rawan pula menjadikan anda pamer.
Bayangkan saja,tiket masuk hari biasa 300rb. Pancing dan kelengkapan rata rata kelas
biasa 1 jeti. Kulihat minimal dalam satu tas mereka punya dua pancing. Hitung sendiri
dengan harga tas dan koleksi mata kailnya. Mancing yang di lombakan begini kurasa
sesuku dengan golf. Olahraga mewah itu. Tas para pemancing ini mirip dan persis
bentuk dan modelnya dengan tas tempat stik golf,hanya dalam ukuran kecil. Bawanya
pun sama di sangkutkan talinya kepundak.
Aku bicara soal mancing yang dilombakan loh. Jadi untuk mancing ke laut apalagi
pakai perahu tradisional kurasa aku lebih suka karena banyak tantangannya dan lebih kerasa liburannya. Meski aku masih tak yakin akan menyukai hobi satu ini.

Smd,14 feb 09

Orang Bali masuk Islam

Masih saja di jaman katanya canggih dan mengedepankan nalar dan pemikiran ilmiah ada orang orang(bali) yang tetap masih berpikiran seperti ditahun 80-an saat
pertamakali aku jadi mualaf.
Selepas jadi mualaf( pertengahan kls 3 SMA) sekitar 6 bulanan setelah itu aku punya takdir jadi perantau. Pertama kali yang kujelajahi adalah kota Kendari,Sulawesi
Tenggara. Sekitar dua tahun lebih tinggal disana dan aku berkesempatan bertemu dilokasi kerja dengan saudara saudara dari Bali.
Mereka ini adalah para transmigran yang sudah beranak pinak.
Namanya juga dirantau kalau kita ketemu orang yang satu daerah tentulah perasaan kita sedikit terhibur dan senang. Apalagi bagi tipe yang tak tahan lama lama
meninggalkan kampung halaman.
Nah pertama ketemu sambutan mereka wajar sebagai satu daerah yang sama sama
dirantau. Perbincanganpun lebih banyak tentang keingintahuan mereka akan bali dan
kehidupan warganya terkini. Pada akhirnya perbincangan akan berujung pada cerita
mereka dalam melaksanakan upacara sehari hari yang tentunya terbatas dibanding
saat di bali, dan kebanggaan mereka meski dalam suasana terbatas mampu
membangun sebuah ' pura'( baca; purè) untuk dipakai semmbahyang.
Aku biasanya hanya bisa menjawab dan mengangguk angguk mengerti.



Bila perbincangan berlanjut biasanya akan sampai pada keadaan dimana aku harus
terpaksa mengatakan bahwa aku sekarang tidak lagi ke pura tapi ke mesjid.
Efek dari keterus terangan ini biasanya mereka secara perlahan tapi pasti mulai
membuat jarak. Yang tadinya akrab berbincang dengan bahasa daerah maka
selanjutnya mereka akan menjawab dengan bahasa indonesia. Besok besoknya jangan harap mereka menyapa ramah. Pandangan mereka tidak lagi sehangat sebelum tahu kemuslimanku. Tidak di kendari,kolaka,bekasi,lombok,pada umumnya aku akan
mendapati tanggapan "nyama"( baca;nyamè,bhs bali) seperti itu.
Nah saat di kaltim pun aku ketemu dua orang,yang satu lelaki,ketemu di lokasi kerja dan satunya wanita karena tempat tinggal berdekatan.
Yang ketemu di lokasi kerja persis seperti cerita di atas.
Yang jadi tetangga itu lumayan masih ramah mau diajak bicara meskipun gak pernah lagi keluar bahasa balinya. Padahal aku selalu mancing duluan pakai bahasa daerah. Tapi mendinglah. Malah terakhir kami ngerujak( dia bikin dan aku ditawari) jambu air bersama rame rame dengan tetangga lainnya.
Oh ya lucunya setelah dia tahu aku muslim, dia malah tak yakin kalau aku ini orang bali asli. Katanya aku campuran. Ah ada ada saja.
Tak adilnya lagi dia sendiri suaminya keturunan tionghoa samarinda dan beragama
budha. Sedang dia dan anak anaknya,3 orang ce lkut hindhu. Nah apa mungkin karena itu atau karena umumnya wanita bali tak seekspresif lelakinya kalau ketemu kasus sepertiku,hingga dia masih bisa diajak bicara dan ramah? Wallahualam..

Smd,18/02/09


Masjid kecintaan

Bila pergi ke samarinda paling senang kalau shalatnya di masjid raya. Dari sana mau
kemana mana juga rasanya gampang dan dekat. Cari barang untuk oleh oleh, dekat
dengan pertokoan citra niaga. Dekat mall,ada pasar dan view pelabuhan sepanjang
sungai mahakam. Tapi yang utama adalah suasana yang kurasakan kalau shalat di
masjid ini.
Meski saat ini ada pemugaran dan pelebaran bagian samping selatannya,tak
mengurangi kesukaanku untuk shalat di sini. Sebenarnya kalau mau ada beberapa
masjid yang tidak kalah bagus dengan masjid raya tapi aku merasa masih lebih suka
shalat di sini. Ada sih satu masjid yang menurutku bisa memalingkan penilaianku
pada masjid raya. Masjid An Nuur namanya. Letaknya jauh di ujung barat ,tepatnya
dijalan KH Hasan Basri. Sayangnya masjidnya kecil. Tapi biar begitu sangat terjaga
kebersihan dan keindahannya. Biasanya aku shalat disini dalam perjalanan pulang
balik ke muara badak. Cuma ga tahu kalau nanti aku berkesempatan masuk dan shalat
di Islamic Centre. Kalau melihat dari luar sih aku sudah terkagum kagum dengan
keindahan bangunannya. Tapi hingga sekarang ternyata aku belum ada diberi jalan
untuk kesana. Padahal kalau namanya lewat depan,belakang dan sampingnya sudah
sering. Yah itulah kukira salah satu bentuk takdir yang belum menyapaku.

Smd,18/02/09

Sebuah niat

pertama tiba di kaltim salah satu niatanku adalah ingin shalat di mesjid mesjid yg
kujumpai dan mengabadikannya. sudah beberapa mesjid kudapati tapi karena sering
sendirian rada malu minta tolong jamaah yg kutemui. jadinya pics yg ada jg terbatas
dan tidak lengkap.lagian jg nge'shoot'nya pakai kamera hp. contohnya bisa di intip di
album photo

smd,18/02/09


Brewok

Seperti sudah jadi aturan tak tertulis bagi pekerja proyek untuk tidak bercukur dan
potong rambut selama pekerjaan belum selesai atau tidak pulang. Begitupun yang
kujalani saat di kaltim. Selama empat bulan di kaltim tepatnya di Muara Badak,belum
sekalipun aku bercukur. Maka jadilah aku brewok dengan rambut panjang ikal,kumis
dan jenggot menjuntai. Selama ini paling tidak tiga hari sekali aku bercukur. Kalau
malas bisa seminggu sekali. Yang jelas tidak pernah hingga sepanjang saat di kaltim
itu.
Makanya begitu pas pulang pertama karena ayah meninggal,anakku sempat kaget dan mengatakan kalau aku seperti bapak bapak.
"BAgaimna toh kamu. Memang sudah bapak bapak. Sudah punya anak, ya kamu"sahutku tersenyum
"maksud enok,jadi tua sekali kelihatannya. Mbok cukuran pak. Jelek
kelihatannya"katanya tanpa tedeng aling aling.adi adik pun mengangguk setuju
dengan kritikan anakku.katanya aku seperti sufi yang menggelandang. Aku tertawa saja mendengarnya.
" ya karena bapak sudah pulang,besok bapak ke Weleri untuk cukur."
Nah tahu apa kata anakku begitu besok sorenya aku datang dari Weleri sudah klimisan.
" Nah gitu dong pak. Kan lebih keren tanpa cambang dan rambut panjang hi..hi..hi..."godanya.
"Iya mas,jadi lebih muda kelihatan. Kayak baru 30." tambah adikku yang paling kecil. Aku hanya nyengir dan langsung ke kamar mandi untuk keramas. Tapi dalam hati aku sejatinya ge-er juga sih he..he..he..

Smd,18/02/09

Oleh Oleh

Saat mau pulang dari kaltim aku sempat minta saran anak tentang oleh oleh yang
cocok untuk mbah akung dan mbah putrinya. Kalau untuk mbah akungnya anakku
seide untuk memberinya sebuah buku. Saat itu aku sudah berencana membelikannya
satu set buku hadistnya Imam Bukhari dan Imam Muslim. Ada juga kepikiran untuk
membelikannya karya Imam Gazhali yang termashyur,Ihya Ulumuddin. Buku ini ada
kulihat di Gramedia Mall Lembuswana. Tebal,besar dan 'lux hard cover'.
Kalau untuk mbah putrinya aku berencana membelikannya kerudung dan baju kebaya.
Tapi anakku bilang tak usah.
"kenapa nak?"
"soalnya mbah itu seleranya aneh. Nok saja tidak mengerti selera dan model kerudungnya yang disukai mbah. "
"terus sebaiknya apa dong?"
"kain saja pak. Kain yang khas kaltim. Mbah pasti suka." "oya satu lagi pak"
Apa itu?"
"mbah minta dicarikan lagi batu batuan seperti yang pernah dibawa pak de sebulan
lalu. Mbah minta dicarikan batu yang warna merah. Katanya mau dibuatkan cincin."
" pak denya bawa begitu banyak saat itu apa mbah gak kebagian?"
" dikasi sih tapi cuma satu yang menarik hatinya. Yang lain sudah jadi rebutan
bude,tante dan mbah lik. Enok juga hanya dapat satu untuk anting"jawabnya panjang
lebar
"ya sudah. Nanti bapak carikan yang bagus. Nok sendiri mau juga atau apa?"pancingku
"apa ya?"suaranya pelan seperti berpikir serius
"ayo apa?"tanyaku setelah menanti agak lama
"hmm...apa ya. Bingung jadinya pak"timpalnya
" ya sudah begini saja"kataku memutuskan
"nanti kita ke Semarang dan bapak kasih kamu uang untuk beli apa yang Nok mau." "ya deh pak. Begitu juga boleh,hi..hi"jawabnya nyengir
"Ya sudah kalau begitu. Pulsanya sudah mau habis. Salam mbah ya"kataku mengakhiri.
"Bapak!"serunya tiba tiba "ya nak "
"jacketnya jadi ya? Tapi jangan yang kulit. Enok gak suka. Warna biru. Batunya juga nok minta satu mau buat kalung. Yang agak besar dan warnya biru pak"
" ya,ya. Nanti bapak carikan".
" ada lagi?"
"ga ada pak. Tapi nanti kalau bapak sudah pulang kita jadi ke Semarang kan?" rayunya mengingatkan janjiku padanya.
" Ya iya anak bapaaak"jawabku menggeleng geleng.
Ah,siapa yang gak kalah kalau sudah anak yang minta? Asal kita mampu itu sudah kewajiban toh?hasil yang kita rasakan adalah kepuasan tersendiri yang tak bisa terkatakan dan tersiratkan. Apalagi kalau cuma anak satu satunya.

Smd,feb 09


Ihya Ulumuddin

Tempo hari aku pernah berniat membelikan buku karya besar Imam Gazali pada
almarhum ayah. Judulnya Ihya Ulumudin. Tapi beliau keburu dipanggil menghadap Sang Khaliq. Akupun jadi melupakannya.
Nah satu hari saat waktu dzuhur aku pas di Samarinda. Tepatnya di jl Imam Bonjol.
Maka begitu selesai urusan disana akupun meluncur ke Masjid Raya. Mobil kuputar
lagi lewat Mulawarman dan terus lurus hingga pertigaan Mesra Mall,aku belok kiri.
Maka akan langsung ketemu jalan masuk ke mesjid yang satu arah. Langsung parkir
dan shalat berjamaah.
Kebiasaanku pula selesai shalat itu lihat lihat pedagang yang menggelar meja kecil di halaman masjid. Ada yang khusus peci dengari bermacam bentuk(kebanyakan buatan singapura,malaysia) segala jenis minyak wangi dengan merk merk yang sama persis dengan merk terkenal. Ada juga yang menghampar terpal dan menggelar dagangannya diatasnya.
Ada baju koko,sarung yang tentu saja dengan harga lebih
miring ketimbang di toko toko. Apalagi kalau kita pintar nawar harganya bisa jauh
berkurang. Masalah kwalitas tak jauh beda dengan yang di toko. Ada satu orang yang
rajin dan satu satunya menjual buku buku agama dan keagamaan. Paling sering aku
nongkrong disana.
Nah kok ya pas saat itu kulihat buku berjudul Ihya ulumudinnya Imam Ghazali,meski hanya ringkasannya. Bukunya sebesar buku tulis biasa tapi agak tebal dengan kertas koran yang agak halus. Kuperhatikan meski hanya ringkasan tapi kupikir semua bab dan sub bagian tercantum. Itu hanya taksiranku lho,karena aku sendiri tak tahu buku aslinya yang katanya berjilid jilid dan tebal itu ibarat kata adalah buku paling penting bagi kaum muslimin setelah Al-Qur'an dan As Sunnah.
Kucoba menawar hingga ketemu harga 40rb rupiah.
Sebetulnya aku juga sudah punya karangannya Imam Ghazali yang berjudul Samudra
Makrifat Cinta . Kesimpulan umum yang bisa kupetik adalah harus betul betul
konsentrasi membacanya. Dan itu tak cukup hanya sekali dua kali untuk bisa
memahami dan benar benar mengerti apa yang dimaksud. Dari pertama membaca
paragrafnya kita sudah berkerut dahi dengan begitu tingginya makna disetiap kata
yang dirangkai dengan kandungan filsafat dan syiar. Seakan akan dari kata pertama
sudah langsung,tanpa basa basi menjelaskan panjang lebar apa topik yang dijabarkan.
Banyak sekali kata kata bijaksana dan indah. Indah bukan tanpa isi tapi memang
indah dari susunan katanya,indah kandungan agamanya dan indah bahasanya.
Beberapa kalimat begitu puitis tapi tidak cengeng . Puitis penuh ajakan untuk
memuliakan agama. yah namanya kan arti harafiahnya memang begitu,memuliakan
agama. entah dengan mempelajari dan mengamalkan,menyebarkan/syiar dan
lainnya.Salah satunya dalam cara pandang hidup kita agar pada akhirnya kehidupan
kita di alam fana ini selalu sesuai dengan Qur'an dan hadist. Ah sebaiknya anda baca
saja dah bukunya. karena aku sdr masih nol kalau bicara tentang agama.

Smd,18/02/09


Maha Benar Allah dengan segala firmanNya

Allah,
Dialah Maha Sempurna dari segala kesempurnaan Melebihi pemikiran kita akan arti sempurna
Dia Maha Suci
Melebihi pemikiran akan arti kesucian Dia Maha Mulia
Melebihi pengertian kita akan kemuliaan
Dia sungguh Maha Segala Galanya
Lebih dari pengertian kita akan kemutlakan
Dia Maha Besar
Melebihi pemikiran kita akan keagungan Dan Dia Maha Benar
Melebihi pencarian kita akan arti kebenaran Karena kita hanya berbatas fana
Kadang terlalu sombong untuk mengerti
Hanyalah setitik debu di pusaran semesta

Smd,19/02/09


Pelabuhan hati

Ya Allah,
engkau pertemukan lagi aku dengan seorang muslimah di rumahmu yang suci ini
engkau jadikan kami seakan rindu dendam yang sekian tahun menggelora
mengakrabkan hati dan jiwa
subhanallah
adakah kata yang tepat untuk kecantikan surgawi itu?
jangan,
kali ini biarkan aku lancar berkata ya Allah
sefasih murottal yang mendamba cinta-Mu saban petang
meski tak lelah berharap
ijinkan ini jadi pelabuhan hati

smd,feb 09


Tepi(an) Mahakam

sekalinya aku kemalaman di samarinda aku sempatkan menyusuri sepanjang tepi
sungai Mahakam dari lampu merah masjid raya hingga depan kantor gubernuran.
orang sini mengatakan Tepian. kata yang cukup sering kudengar digembar gemborkan oleh orang orang yang umumnya berkonotasi "duniawi".
lepas perempatan depan BRI baru terasa kebenaran ucapan ucapan di atas. jam
menunjuk angka 8 lewat. satu dua terlihat pasangan muda mudi duduk duduk tak
hirau suasana sekitar. sementara di trotoar dagang buah,entah jeruk,durian dan
semangka saling menyesaki trotoar yang sejatinya untuk pejalan kaki. ada juga
dagang helm dengan ragam dan warna helm dijejer memenuhi trotoar. makin ke barat
warung warung kagetan,biasanya menyediakan minuman entah seperti kopi dan
sejenisnya atau bentuk minuman kaleng entah yang bersoda atau beralkohol. dan
kalau sendirian tak perlu pusing menikmati kerlap kerlip lampu di samarinda ulu sana
karena setiap warung itu dipastikan ditongkrongin oleh dua tiga atau lebih gadis gadis
yang siap menemani anda. maksud menemani disini masih dalam tekanan antara
pembeli minum dan penjual. kalau toh anda karena tertarik dan ingin mengajak
mereka kemanapun mau anda,anda tinggal bernegosiasi saja saat itu. yah tentu anda
mengerti kan kemana arahnya? tapi aku sendiri terus melangkah. sesekali aku berhenti
sejenak melepas lelah sambil duduk di bangku bangku beton di taman. memandang
lepas ke sungai. ada kulihat kapal angkut batubara yang kelihatannya kosong.
warnannya merah berkarat dan legam. seperti seonggok besi tua yang mengapung
tenang. riak sungaipun cukup tenang.beberapa jenis ferry berseliweran juga satu
kulihat speedboat. diujung paling barat tampak menghitam melintang jembatan
Mahakam. memanjang dan melengkung. jembatan yang sangat vital sekali bagi lalu
lintas ke dan balikpapan dan tentu yang ingin ke kota Samarinda Ulu. islamic centre
tampak gelap gulita. tapi kekokohan tiang tiang menaranya masih jelas terlihat.
begitupun kubahnya yang bersemu hijau bersetrip emas di beberapa bagiannya juga
megah melengkung. pikirku alangkah bagusnya kalau malam gedung Islamic Centre
ini di beri penerangan artistis. aku jadi ingat kalau masuk ke hotel di bali. kalau
malam lampu lampu sorot jenis 'soft' diatur sedemikian rupa hingga menambah
keartistikan rupa gedung. melanjutkan perjalanan jam sudah hampir jam sepuluh
malam. gadis gadis penunggu warung tanpa basa basi memanggil manggil agar
mampir ke warungnya. ada satu dua yang kudengar panggilannya rada rada nakal. tapi
aku tersenyum saja sambil melambai. begitu kulihat gedung gubernur sudah dekat aku
mempercepat langkah. ada kulihat penjual jagung bakar dengan sepeda pancalnya.
aha.. ini dia,pikirku. akupun memesan 6 biji dan segera mencari teman yang janji
parkir tak jauh dari situ

smd,feb 09


Bismillah

cukupkah tangan tengadah mengetuk pintu-Mu
bajuku penuh noda hitam menampakkan kesombongan tangan dan kaki menjejakkan keangkuhan
ijinkan khusuk kumenyapa
dan biarkan jiwa meraih
masihkah takbirku di belai cinta?
ya illahi
tak cukup keningku terpahat sujud mematri doa dan ampunan
dimana harus kumulai agar yaqin cinta-Mu kuraih?
apapun artinya aku hanya memohon satu, ampunan-MU


Feb 19, '09 2:11 PM

Shubuh di masjid Al Muna,Balikpapan

sebagai orang yang awam tentang agama apalagi juga hanya seorang mualaf,hingga saat ini baru sekali menemui keanehan mengikuti shalat jamaah shubuh. keanehan dan ketakmengertian itu kutemui di Balikpapan tepatnya di masjid pelabuhan yang letaknya sekitar 700 meter arah timur pintu masuk.
seperti umum akupun shalat sunnah dulu. begitupun jamaah lainnya. entah itu
attahiyatul masjid atau rawatib. berawal dari rakaat pertama setelah shalat fardhu, aku sebetulnya sudah ada 'feeling' lain. kudengar surat yang dibaca setelah fatihah begitu panjang dan sepertinya di ulang ulang. itu kutangkap dari dari kata kata terakhir yang sering sama kudengar. ibarat kata mungkin panjangnya sperti membaca surat Al
Bayyinah diulang 4kali.
lalu keanehan yang menyusul adalah begitu takbir setelah pembacaan surat. aku yang tahunya setelah itu ruku' ya melakukan rukun itu. pak tua disamping kirikupun ruku' sementara yang lainnya mengikuti imam langsung sujud.
keanehan selanjutnya setelah itu adalah langsung bangkit untuk rakaat selanjutnya.
jadi sujud sekali dan langsung i'tidal. aku dan bapak tua di kiri buru buru menggenapi rukun sujud lagi lalu segera bangkit ,rakaat kedua.
tak ada yang aneh di raka'at kedua ini, tapi yang membuatku kecele lagi,aku yang
tahunya shubuh itu hanya dua raka'at langsung duduk attahiyat terakhir.
oalah, ternyata imam dan makmum lainnya langsung bangkit lagi. beberapa saat aku terdiam. aku ingat buku saduran yang kukoleksi yang mengatakan jika menemui
kasus seperti ini agar tidak mengikutinya. langsung menunggu di rukun terakhir.pak tua disampingkupun tampaknya ragu sepertiku. tapi kok ya begitu dia bangkit akupun dengan mashgul ikut juga bangkit.
ya Allah,kasus apa yang kutemui?pikiranku sudah tidak fokus makin menjadi jadi. raka'at inipun(ketiga) tak ada yang aneh. hanya aku dan pak tua yang tak ikut qunut . ah untung masih ada teman senasib,batinku kecut.
jadi puluhan tahun kenal shalat shubuh baru kali ini kutemui hal aneh begitu.saat
kusinggung masalah ini pada orang di pelabuhan jawaban yang kudapatkan sungguh tak memuaskan. mungkin imamnya terlupa,jawabnya.
tapi kalau lupa kenapa makmun lainnya tak mengingatkan dengan bertasbih? ataukah
ini salah satu mazhab lain dari sekian mazhab yang ada? doh,jadi teringat almarhum
ayah. bila menemui masalah seperti ini biasanya beliau akan menjelaskan panjang
lebar disertai dalil dan kaitan sunnah nya. ah sekarang ini siapa yang jadi jujuganku?
jadi rindu sama beliau. betapa jelas masih membayang senyum dan wajah bijaknya.
ya Allah,
Engkaulah ilmu dari segala ilmu yang ada
yang terjemahkan maupun yang tak mampu ditafsir akal
kepunyaanMU lah pengetahuan dan rahasia dibaliknya
semoga Engkau jauhkan aku dari kedzaliman akal,ilmu dan kesombongan


Mar 16, '09 1:14 PM

Keabadian cinta

cinta?
jangan bicara abadi karena tak ada keabadian yang ada adalah ke-tidak abadian
jangan pula sangkutkan dengan cintamu
apalagi harapan cinta yang kekal abadi
hanya akan membuatmu cengeng dan memuja kesempurnaan
cinta sejatinya berbatas tipis antara sadar atau tidak untuk menggunakan akal sehat hingga engkau akan menemui pilihan
memuja cinta dan mencari abadimu
atau mencari cinta dan menjaga dengan pencerahan hati


Kuserukan cinta

Sering kali aku terlena
Bias bisikmu masih mengusap
Haruskah belari menghampiri
Mengatakan arti sayang
Masih ingat kala tergoda
Senyummu hentikan langkah
Haruskah kuberpalingmusnahkan rasa ini
Atau kusapa saja
Meraih lekat tanganmu
Degup jantung tak terbilang
Menjadikan hati kian bergelombang
Mengambang di batas sadar dan tiada
Memastikan hasrat tuk meraihmu
Kuingin yakin kau di dekapan
Bawalah semua rasa
Sepanjang impian mempertemukan
Karena aku sungguh sayang
Akan kupastikan engkau tersenyum
Dps,02/03/08


Bila cinta telah menemukan

Lingkaran tangan menggelayut
Penggerak jiwa tumbuhkan hasrat
Biarkan mata bertumbukan
Melebur keindahan tak terkata
Untaian alis mata menebar
Meyimpankan kecamuk gelora
Keindahan masih dapat dijabarkan
Dibatas nalar menggugah
Detak jantung tak sanggup terjemahkan
Getar tangan meraba keindahan tak terperi
Sang penguasa malam
Rembulan tersaput ayat ayat cinta
Selubungkan hening malam di lafaz suci
Bintang gemerlap pendarkan harapan Keagungan cinta
Kegaiban nikmat
Keikhlasan hati yang bersatu
Karena semua milik sang Khalik
(inspired from Aisah & Fachri’s greates love,ayat ayat cinta)

Denpasar,01 maret 08

Jengah

yang kutahu pasti cinta itu ternyata menyakiti
datang tak kenal waktu dan tempat
menyapa tak kenal warna hati
mengusik tak tahu hari
yang kurasakan cinta itu sungguh membingungkan
tenggelam di kenangan impian
hingga makin membelenggu
saat lain hadirkan malaikat cantik
membuatku tak berdaya menyemai benih
cinta,
cukupkah penghayatan hati yang bermekaran?

denpasar,01 februari 2007

Gundah

dikesunyian hening malam mata enggan terpejam
bayangmu melintas gundahkan hati
seakan menarik sekujur jiwa
ilusi mempesona garis matamu
makin membuat gelisah
tak mampu damaikan mimpi
dibatas tegas suka dan cinta
kerlip bintang nyalakan sebuah nama
memanduku tengadah
angan tetaplah sebuah angan
kuragu dapat melupakan
jika mimpi indahmu selalu mengusik
andai waktu terhenti sejenak
agar sempat menutup kisah

denpasar,28 januari 2008

Kekuatan harapan

wajah putih bersih
kerap mengganggu lamunan
tersadar semua tak mungkin
membiarkan menjadi kenangan
dihariku,saat bangun dan tertidur
diwaktuku melangkah dan menepi membiarkan menata hati
sepenuh jiwa tlah memaafkan
cemara berayun,danau mengombak
katakan aku tak risau
jika harus melangkah sewindu lagi
batas langit tertuliskan semua
kesetiaan yang tersakiti
pengorbanan tanpa pamrih
harapan tanpa sesal
sungguh aku terlahir kembali merekat jiwa jiwa suci
selubungi setiap awal langkah
permadani menghampar
janjikan kemegahan hidup atas kemuliaan hati dan kasih
karena kuberharap di garis kebenaran

denpasar,23 januari 2008


Tuhan,inilah doaku

ya Tuhan,
ijinkan aku agar bisa memberi apapun yang dinginkan anakku
apapun yang jadi kehendaknya
apapun permintaanya
apapun yang seharusnya jadi hal miliknya
apapun semestinya harus berlaku untuk kebahagiaanya
dan ijinkan aku meminta lebih
untuk hidup dan kehidupannya
kiranya Engkau berkenan ,ridho serta memberkati
amien…

kuta,08/01/08


Kembang rampai

mata putih bening
menohok keras bilik hati
pertanyaan sama terulang
tak terjawab memuaskan
adakah kesia siaan terlewatkan?
tatapan lembut di balik kaca
sarat teka teki dan makna
dan memang tak mampu terjawab
sejauh manapun mencoba memahami
sajak penyair tentang asmara
pada gadis bermata bening
menorehkan catatan ingatan
bahwa kehidupan tak kenal henti hanya karena cinta
coba menyelami hingga ke titik nadir
mungkinkah sobekan lara terobati
sedang duka lainnya menyusuli?
bidadari awan ,
terbang mencari cinta
memilah keras kisah pertama
menempa diri di tebalnya kenangan
engkau dimana ?
tak cukup mengeja karena mesti berucap tegas
cinta,
kudatang menjemput impian
kuingin lara menepi
memulihkan sayap yang patah melanglang lima benua
mencari harapan dan keyakinan
bahwa cinta tak pernah menyakiti
tak kenal berpamrih di atas keagungan
gadis manis,
wajah putih memucat
ijinkan kugambar ulang
bila mungkin hanya tergores keindahan
gadis manis,
usah tangis dan sedih
waktu kan terus terlewat

inspired by a beauty pic
denpasar,20/12/07



Ijinkan kurenungkan

bias hujan menerpa wajah
terkejut aku mendengar
kau bertanya tentang kerinduan
setelah bertahun menghilang
aku diam terpana
tak kuasa berkata apa dan mengapa
kau terus merajuk
ungkap keindahan dan kenangan
aku sebatas mendengar
tak mampu mencerna
mestikah kubangga dan riang
semakin tak dapat berpikir
adakah kecewa masih melintas
atau bahagia atas mimpi yang pernah tertunda
bibir bergetar menenangkan
mata membasah timpali hujan
dan engkau kian tersedu
sedang aku tetap tak mampu beranjak
untuk memulai berucap ya

kuta,26/12/07

Hanya ada dua pilihan

berdukalah bila ingin berduka tapi
berdukalah yang sehat
bila menata hati adalah langkah awal untuk penyembuhan
jalanilah dengan bertahap
bagaimanapun luka hati tak sembuh seketika
perlu langkah teratur dan dukungan
niscaya semua kan teratasi
bila berbagi langkah penyembuhan berikutnya ungkaplah dengan gamblang
kesembuhan pertama adalah keringanan beban hati
jadi temuilah orang terdekatmu
kadangkala semua cara tak sanggup menyembuhkan
bisa jadi karena sebagian hatimu masih mengharap keajaiban
itulah saat saat kebimbangan lebih menguasai
saat saat keindahan kenangan begitu melemahkan
bagaimanapun engkau mesti memilih
berduka pada kebodohan yang telah di lakukan
hingga engkau punya sesal namun terus melangkah
atau berduka atas nasib tersalahkan
maka engkau tingggal menghitung hari
untuk tenggelam dalam isak duka berkepanjangan

denpasar,21/12/07

Yang terpikirkan

ada yang terpikirkan
bila menengok kelabunya angkasa
tak ada lagi kehangatan
menumbuhkan dedaunan dan ranting
gumpalan awan berarak pelan
bergandeng merangkai duka
terkucur satu satu merintik membasahi alam
memapar arti kesedihan tak terperi
lara bertepi tangis
bertanya selaksa hati kenapa?
awan menebal dan menghitam
tumpah amarah menyiram lagi
tetap pada satu kata,
kenapa?
berdalih atas karma
bahwa hidup saling terkait engkau tak sendiri
menangislah bila perlu
hidup terkadang seperti tak berpihak
atas kata apa,kenapa dan mengapa
hanya kitalah yang terlalu memberatkannya
Denpasar,17/12/07

Surat berikut

cerita cintamu begitu merasuk
menyusup kepori pori hidup
terbangun tengah malam tuk terpikirkan terhenti langkah tuk kembali menelaah kesedihan dalam tangis
sesal dalam kenangan
mengharu biru setiap ratapan
sahabat,
engkau tak sendiri dalam kesedihan dan hidup karam bangkitlah,
jutaan tangan siap terulur
membilas sisa sisa tangismu
gapailah ,karena mereka punya ketulusan ,jalan dan kasih bila engkau tahu
awanpun tak sudi lagi mengapung
mengitarkan cita cinta ,harapan dan doa
bila memilih terpuruk di kenangan indahmu

( keprihatinan buat sahabat yang berusaha tetap melangkah)


Denpasar,16/12/07

Doa buat sahabat

ya Tuhan,
tambahkan satu lagi harapan dan doaku
buat sahabat yang mengusik hati dan emosi
berikan kekuatan diatas kelemahan dan sikap pasrahnya melintasi badai kehidupan
beri dia ketegasan agar selalu pantas tersenyum
beri dia jalan mudah mengatasi
masukkanlah dia dalam orang orang yang ingin kumintakan berkah dan hidayahmu
ingatkan jiwanya untuk tetap lurus
mengikuti pilihan dan rasa hati
pilihan dengan awal kebangkitan
pilihan dengan awal keyakinan
bahwa kesedihan tak layak baginya
kinilah saat dia membasuh diri
mengikis tuntas ketakberdayaan
maka bimbinglah dia
diwarna kehidupan lain
isikan relung hatinya serat keteguhan bahwa dia berhak atas jalannya
meski hanya sekedar niat dan pengharapan
dan ijinkan aku tetap menyokong
di hari sedih dan senangnya
amien…..
denpasar,12/12/07


Risalah sahabat

janganlah engkau menangis
mentari redup kembangpun melayu meranggas kering dan gersang awanpun hitam kelam
hendaknya engkau berbenah
usahlah sesal dan lara
ribuan sayap pengganti menanti terbanglah kepakkan sayapmu
terbanglah tinggi kesana
bukalah tirai mentari
tiuplah awan kelabu
dan bawa kembali sang rembulan dunia baru
kan tersenyum lagi
sambut lahirnya bidadari bunga mengembang
taburkan wewangian
itulah kala angkara terbenam terlumat tanah merah
jadi pupuk lautan kembang
disitulah engkau layak gembira
disitulah engkau dapati banyak jalan disitulah saat melupakan kepahitan dari belenggu cinta yang mengekang harimu kini terganti
tinggal memilih dengan hati hati
dan aku tetap jadi pendukung setiamu
begitulah mestinya sahabat bukan?
( buat sahabat yang tengah berduka hati,raga ,pikiran ,jiwa,apapun, dan aku yang masih keheranan)

Mar 22, '09 3:47 PM

Posesif

tak ada dunia bagimu
tak ada pula keikhlasan
apalagi untuk cinta
engkau berlaku bagai raja
bahkan pencinta ulung romantic
tapi tanganmu bertali kekang
karena semua untuk satu
dan satu itu adalah kamu
untuk cinta engkau agungkan hak milik
semua harus berlabuh di satu tujuan, kehendakmu….
dunia milikmu
cinta milikmu
kasih sayang milikmu
dan tuhan pun mesti berpihak padamu
( catatan buat orang orang yang hanya melihat
kesempurnaan jalinan cinta menuruti ukuran,arti,dan
kehendaknya sendiri,yang justru membelenggu tak berdaya orang yang dicintainya)
Kuta,08/11/07

Yuk!

Untuk apa rayuan kalau wanita hanya perlu pembuktian.
Memang sebagian wanita yang termakan rayuan gombal,tak
heran menafikan sebuah hasil. Yang di tunggu hanyalah
kata puja dan puji, sekosong mata mereka yang
terbalikjadi serba putih. Maka jangan sesali bila saatnya tiba ,
hari penahbisan saat bosannya selera lelaki yang memang kosong akan cinta.
Namun bagi sebagian lainnya adalah berpikir realistis.
Karena mereka tak ingin hanya mendapat tong kosong yang
hanya berbunyi nyaring tanpa isi. Mereka ingin hasil
nyata dari lelaki dalam tindakan dan ucapannya. Itulah
yang sebagian wanita menyebutnya Lelaki, yang mampu
memberi sugesti dan pengaruh positif,yang mampu memberi
rasa aman dan rasa di hargai berlandas kasih sayang.
Untuk apa rajukan kalau lelaki kalahnya cukup di manja.
Berhentilah merajuk., kalau tak ingin lelaki serba salah,
kalau tak ingin membuat lelaki jadi orang pikun yang tak
bisa mengambil keputusan terbaik,kalau tak mau membuat
lelaki jadi perayu gombal mendadak.Tapi tahukah anda
kalau lelaki itu hanya dengan satu langkah mudah, anda
sudah menjadikannya seperti kucing rumah yang meliuk
liukkan badan dan ekornya ke kaki anda? Manjakanlah dia!
Untuk apa tangisan kalau dia sudah mengatakan tidak?
Maka bangunlah! Dunia tak cukup hanya mendengar isak
tangis dan air matamu.dunia masih menanti dan menyediakan
waktu ,kapan kamu akan bangkit untuk menata kembali
kehidupan dan masa depanmu. Dunia juga tak perlu
penyesalanmu yang terlambat. Justru dunia menyediakan
ribuan jalan dan pilihan untuk berbenah. Bangkitlah dan
tetap melangkah. Tak perlu lagi menoleh kebelakang.
Bilapun kamu perlu menangisi masa lalumu yang
suram,jadikan itu cerminan agar kamu tak terperosok kedua
kalinya.

Denpasar,05/12/07

Tersanjung

ketika aku masih mengigau seperti hari terlewat
raga terkesima undangan mimpi
usah meraih terhisap godaan
jiwa bertanya tegaskan hasil akhir
melayang terlena lamunan
menatap wajah seputih awan
menegaskan arti pengharapan
membendung luapan timbulnya asmara
seandainya,….
kata tak berujung menyekat bilik hati
rona merah bara menggelora
menghanyut segala rasa dan warna
kepingkeping hati terserak
gambaran kegagalan mimpi
terpilah saling menegaskan kesia siaan
hanya sekedar tersanjung

Denpasar,05/12/07

Senen,3 desember 2007

Senen,3 desember 2007
…………………………………………………..
untuk mengadupun aku sudah letih
terasa berat tangan tengadah
kepala sudah kaku untuk mendongak
jangan Tanya air mata mengalir
hingga peluhpun enggan mengalir
aku letih,
biarkan terasing di kotak rahasia
biarkan tersimpan kusut masai
kalaupun tertidur biarkan mimpi kembali
mungkin ada pencerahan
tuhan,
sungguhkah cintamu berlaku
mengikis duka hidup bersusulan?
aku masih tetap terperosok
dinding hati tercoreng moreng
ringkasan dosa menghitam kelam
seribu sujud tak sanggup menghapus
seribu doa tak mampu terampuni
………………………………………………..
Sajak tanpa judul dan tak selesai. Saat saat
mempertanyakan kebesaran dan keadilan Tuhan,
anugrah dan duka yang ditimpakan,hingga terkadang aku jadi mikir
seberapa buruk sih karmaku yang dulu terjadi?
Kuta,03/11/07

Cinta abadi?

Banyak dan sering kudengar ,juga dari film film
percintaan berharap lakon yang terjadi adalah lakon cinta yang abadi.
Tak peduli apakah si lakon itu salah satunya sudah meninggal.
Cinta abadi? Tertarik juga akhirnya aku urun kata tentang itu.
Hal pertama yang jadi kesimpulannku adalah tak ada cinta
yang abadi. Mungkin dengan asumsi begini aku jadi ‘enemy’
bagi jutaan orang yang berpandangan kalau ada cinta yang
abadi. Bagiku hanya satu cinta yang abadi yakni cinta ke
padaNYA. Itupun bagi orang orang yang ber-tuhan. Dan
bagiku hanya harapanlah yang abadi. Harapan agar cinta
yang ada tetap sehangat kala pertama kali dirasa. Harapan
agar cinta yang terjalin bisa terus tersemai,bisa tetap
menggelorakan hasrat saling memiliki,saling setia ,saling
percaya dan sebagainya. Cinta antar sepasang kekasih
seperti itu adalah cinta yang benar benar dan nyata tidak
akan bisa abadi karena terselip nafsu.
Terserah anda mengartikan nafsu disini. Karena nafsu
itulah akhirnya cinta itu bisa berubah . dia bisa jadi
saling membenci, saling menyakiti,cinta yang malang,
cinta yang menguntungkan disatu pihak tapi merugikan di pihak lain,
cinta yang bisa membuat anda buta hingga melakukan apapun
di luar nalar ke wajaran yang berlaku agar
terpenuhi apapun nafsu anda saat itu.
Tak lebih karena sekali rasa pertama yang indah itu
berubah yang ada selanjutnya adalah bencana. Seperti kata
Mahatma Gandhi” Cinta tidak pernah meminta tapi ia
senantiasa memberi. Cinta juga terkadang membawa
penderitaan, tetapi ia tidak pernah berdendam dan tak
pernah membalas dendam. Dimana ada cinta disitu ada
kehidupan, tapi manakala ada kebencian maka ia akan
membawa kemusnahan"(sumber:heartnsouls- arti dari cinta).
Jangan pula mendebatkan masalah cinta,arti dan hakekat
cinta, karena itu adalah pekerjaan sia sia. Sebaliknya
melihatlah apapun yang engkau lihat berlandaskan cinta.
Bertindaklah apapun yang enkau lakukan dengan cinta .
berkatalah apapun yang engkau ucapkan dengan cinta.
Karena engkau akan menemukan kebahagiaan.
Jangan pula engkau mencari cinta terlebih kala hatimu
berduka, karena hanya akan mendapatkan belas kasihan.
Jangan pula sembunyi dari cinta jika engaku tak ingin
hidup sendiri di bumi ini.

Jika saatnya datang cinta akan menghampirimu,maka
terimalah. Itulah saat engakau diberkati dan di kuasakan
cinta. Maka pilihan selanjutnya bagimu adalah
memeliharanya dengan baik untuk mendapatkan kebahagiaan
atau menelantarkannya, yang berarti engkau terkalahkan
oleh nafsu semata. Jadi akhirnya engkau tinggal memilih.

Denpasar,30/11/07

Kintamani

hembusan angin basah menerpa
bulir bulir embun terselubung kabut jalan ini masih sama
berkeliling cemara mendaki bukit dan ternampak jejak
tergores nama di dahan
hamparan danau keperakan
melukiskan kenangan asmara
aku tergoda lamunan indah
kala sempat menggenggam jemari kecilmu yang dingin gemetar
tersipu merunduk ribuan kata di mata gambar itu masih jelas
selalu hadir kala melintas
kintamani
cemara dan kabutmu
patrikan bait bait cinta danau dan gunungmu
saksikan asa yang pernah terjadi kintamani,
dimana hati bersemayam

kuta,28/11/07

Bidadari dan sayapnya

gadis dari negeri awan
impian kelana jadi pilihan
tautkan bingkai hingga ke batas langit agar terang mentari tampakkan mimpi
tuliskan khabar di setiap perhentian teriakkan keras pada seisi dunia
akulah pemenang!
mengepak sayap mengembang
kitari langit tebarkan mimpi lain
mimpi…..kan kukejar kelain masa
hingga tangan letih meretas kotak harapan menjentik hamparan embun pagi
pastikan jalanmu membasah
mengusir dahaga dan penat langkah
“ Kita semua punya mimpi,tapi tak semua punya langkah
untuk memulai. Kawan, pastikan langkahmu mengarah ke sana dan yakinkan keberhasilan tak berada di jalanan
lurus,tapi berliku karena hambatan.Langkah pertamamu
sudah atasi tikungan pertama,jadi teruslah berjalan
dengan tekadmu”
(Sajak untuk bidadari,yang memendam hasrat keliling Indonesia.)
Denpasar,26/11/07(tengah malam)


Mar 22, '09 3:53 PM


Buat ananda

Kalau angin malam mulai menghangat
Ditimpali sekawanan suara merak
Sebentar lagi ufuk kan menyembul
Bangunlah nak
Basuh wajahmu dalam doa
Luluhkan semua keakuanmu
Bentangkan sajadah,bersujud
Khusuklah di gerak sucimu
Saat engkau mengadu
Saat engkau memohon
Bahwa engkau tak sendiri
Kasih sayangku selalu terpancar
Dan lalu mengikut angin subuh
Agar dapat menggugahmu
Agar dapat mengingatkanmu
Agar dapat jadi imammu
Atau sekedar mendengar doamu
Kalau aku selalu hadir
Kalau angin mulai mendingin
Itulah saat harus kembali
Lihat pula semburat merah di sana
Ada garis dan gambarku
Ada lambaian dan pelukan
Cintaku diseberang selalu
Nampak Beriring tambur dan bedug
Sujudlah kembali nak
Sebelum terlelap di mimpi indahmu

Denpasar,23/11/07

tentang cinta,lagi

Bila engkau mengaku dan mengenal cinta
Bayangkanlah segumpal kalimat merekat kerongkonganmu Tangan tak sadar bergerak resah
Dan tatap matamu berbinar serta berdegup kencang Hanya untuk berkata ‘aku cinta
Bila hanya keindahan yang dirasa
Dan hati kecilmu selalu menghasut’demi cinta’
Membangun seribu candi pun hal konyol yang jadi keharusan Inilah saat engkau terhanyut
Terbuai dan terbudak cinta
Perhatian,kasih dan sayang
Tak pernah mengikuti harapan yang dinanti
Justru kata maaf selalu ada dan tersedia bila engkau tersakiti Sedang bagimu tak pernah mengerti akan hal apapun
Atas nama cinta engkau tabukan semua prasangka
Bilapun harus bersedih,engkau selalu ada jawaban,
Cinta memang butuh pengorbanan
Cinta adalah teka teki
Selalu mampu mengatasi konflik
Hingga semua telihat jenuh
Maka jadilah tertuduh cinta
Sanggup menjawab dengan rinci?
Perlu tantangan mengartikannya?
Atau cukup kutip kalimat kasmaran,
“cinta terbaik adalah yang membangkitkan jiwa dan membuat kita meraih lebih lagi Itulah yang membawa api dalam hati dan membawa kedamaian di pikiran kita” Ooh,aku sendiri ternyata masih belum mengerti
Nah!

Kuta, November 19, 2007

pilihan cinta(selanjutnya)

Malam,
Gelap,dingin dan hening
Terbangun di dua mimpi
Kerjapkan mata berulang
Mestinya engkaulah yang duduk di sampingku
Rindukan usapan lembut di rambut
Atau sentuhan halus menyangga pipi
Dan senyum kala engkau menyapa “Selamat pagi kasih”
Ceritakan asa dan mimpi kita
Katakan dengan tegar
Biar kurengkuh erat
Niscaya penuh tekad
Bersandarlah dalam rahim
Guncangkan sesekali agar tetap aku terjaga
Di batas mimpi dan kenyataan
Oh, tidak…
Datanglah kembali
Sinar ufuk hanya menghangatkan
Kuatlah sementara aku susun langkah
Hembusan nafas lembut
Membuyarkan satu alam
Membisikkan sepatah kata
Terjagalah dari sekedar mimpi

Kuta,02/11/07

bunda

Sehari lagi tergantikan Mulai membuka pagi
Gadis kecil merebakan tangis
Tersenggal danmemanggil
Bunda….
Belaian pagi tak mampu meredam
Kecup hangat tak mampu tenteramkan
Bernyanyilah bunda
Tentang relung surga di rengkuhanmu
Suara pipit menimpali
Kecipakkan embun rerumputan
Lihat warna warni berkelip
Bunda …..
Kuingin terbang keujung pelangi
Menari menyanyi ataupun bercanda Di taman sahabat
Seperti legenda tidur yang engkau tuturkan

Kuta,04/11/07

bali

riuh debur ombak
arahkan camar pembawa berkah
bergelung sepoi hantarkan damai
doa dewata
kumandang di awal hari
terentang menghubung tiga alam
diputih kelam asap persembahan
liukan penari
hentakan dendang tabuh
sketsa warna ribuan kanvas jadi satu kidung dan mantra doa dan damai
air mata keteguhan
bangkitkan di luapan sesaji

Kuta,14/11/07

selamat idul V3,semoga amal anda dan saya diterima Allah SWT

oho... lama sekali tak mampir ke blog. terbawa penyakit mati ide dan malas. ini juga mampir karena pas ketarik sama satu entry yg termuat di inbox gmail.
mungkin terlambat sekali ya kalau aku ngucapin selamat idul V3( pinjam ide
empunya tag name;boleh ya ba'e? he he )
tapi lebih baik gt toh ktmbang tidak sama sekali. jelekan tidak ketimbang terlambat kata orang. jadi dari hati terdalam dan tulus saya dan anak mengucapkan selamat hari raya. thaqabalallahu minnaa wa minkum. semoga amal ibadah kita yang kemarin kemarin dan yang akan kita lakuin diterima olah Allah.amin
btw ngucapin doa begini semoga hari hari selanjutnya kita utamanya saya selalu
meng-update diri ke arah yang lebih baik , entah itu ucapan,pikiran dan tindakan, agar sejalan dengan harapan dan doanya.
nah selamat berkreasi

Sep 30, '09 10:05 AM